Jumat, 06 Oktober 2017

Sejarah Perkembangan Handphone




SEJARAH PERKEMBANGAN HANDPHONE

1.      Latar belakang :
      Teknologi ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi semua orang, karena teknologi ini semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman.  Penggunanya bahkan tidak sulit untuk  mengunakan teknologi ini, akan tetapi lebih baik lagi apabila kita mengetahui dan mengerti tentang teknologi ini dan juga kekurangannya.
       Dalam tulisan ini telah dijelaskan perkembangan teknologi yang mendasari terciptanya perangkat seluler yaitu, Handphone, berbagai materi yang singkat tetapi banyak akan informasi yang lebih baik apabila dibaca sendiri oleh para pembaca.

        A. Isi :
1. Sejarah Telepon Genggam
     Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973. Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Di tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
      Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.



2. Evolusi dan Perkembangan Telepon Genggam
     - Generasi 0

    Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.
    Pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).
Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.
     Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.

  - Generasi 1
     Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram.
     Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya.
teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz..

  - Generasi 2
     Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.
     Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efekradiasi yang membayakan pengguna.


- Generasi 3
    Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.  
     Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile

- Generasi 4
   Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda.
    Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.
Berikut adalah evolusi telepon genggam yang di kelompokan berdasarkan tahunnya :
1983 : Ponsel Komersial Pertama Dirilis
      Ponsel komersial pertama yang diluncurkan ke pasaran adalah Motorola DynaTAC 8000x. Bodinya besar dan berat. Akibatnya, dijamin tangan bakal pegal-pegal setelah menggunakan ponsel ini. Ponsel ini tak punya fitur lain selain melakukan dan menerima panggilan. Maklum, jaringan seluler yang tersedia kala itu hanya Advanced Mobile Phone System (AMPS) atau dikenal dengan sebutan 1G. Selain itu, ponsel ini hanya mampu bertahan selama satu jam saja untuk masa talktime dan delapan jam untuk masa standby. Toh, di masanya, kehadiran ponsel ini adalah sesuatu yang revolusioner. Di masanya ponsel ini dijual dengan harga selangit. Itu sebabnya, kala itu pemilik ponsel adalah orang – orang yang kelebihan duit.


3. Contoh Perkembangan Telepon Genggam ( HP ) dari Masa ke Masa
    Disini saya mengambil contoh produk perkembangan HP NOKIA,
Nokia merupakan nama besar di jagat perangkat seluler. Saking populernya, dulu gelar ponsel sejuta umat sempat disandang perangkat buatan vendor asal Finlandia ini.
Namun kini, gelar tersebut sepertinya sudah ditanggalkan. Nokia bahkan harus berusaha keras mempertahankan posisinya di ranah smartphone dengan menggandeng Microsoft yang menawarkan Windows Phone 8.
    Demikan, perjalanan panjang Nokia tak bisa dilupakan begitu saja. Sebab, rentetan      pengalaman inilah yang membuat Nokia sekarang hadir dengan Lumia 920 yang diklaim CEO Nokia Stephen Elop sebagai ponsel paling inovatif di dunia.
    

a. Nokia 1011

Nokia 1011 merupakan ponsel GSM pertama yang dirilis vendor yang berbasis di Espoo, Finlandia itu, pada tahun 1992.
Perangkat ini terbilang cukup canggih pada masanya dan menjadi pioner dalam industri perangkat seluler.


b. Nokia 2100 Series

  Sedikit mengalami kemajuan dalam pembuatan ponsel, hadirlah Nokia 2100 series pada tahun 1994. Ini merupakan ponsel Nokia pertama yang dibenamkan software di dalamnya,  sehingga pengguna bisa menikmati daftar kontak dan profil ringtone di perangkat jadul itu.
  


c. Nokia 9000 Communicator

.
Dengan status sebagai ponsel pintar pertama Nokia, perangkat ini bisa diandalkan untuk mengirim email, fax, berinternet ria, hingga dilengkapi dengan keyboard full qwerty.
Fitur lain yang dimiliki ‘ponsel batu bata’ ini adalah memiliki RAM 8 MB, display monochrome, dan diperkuat dengan prosesor Intel 386.





    d. Nokia 7650

Inilah ponsel multimedia yang begitu populer di masanya. Nokia 7650 sudah dilengkapi kamera built-in, di mana pada saat itu fitur kamera masih sangat jarang ditemui di jajaran ponsel lainnya.
Ia menjalankan platform Nokia Series 60 Symbian OS, yang juga sudah dianggap canggih pada tahun 2001 lalu.

e. Nokia 6650

Di awal tahun 2000, atau tepatnya pada tahun 2002, industri seluler mulai disambangi ponsel yang mengusung konektivitas 3G.
   Salah satunya adalah Nokia 6650 yang merupakan ponsel 3G pertama Nokia. Perangkat ini juga dianggap menorehkan milestone penting dalam pencapaian teknologi wireless.
Fitur yang dilengkapi Nokia 6650 adalah kamera VGA, WAP, display berwarna TFT, dan konektivitas bluetooth.



    f. Nokia 3650

    Inilah ponsel Nokia yang juga begitu populer di Indonesia yang juga dirilis pada tahun 2002.  adalah Nokia 3650 yang sudah dilengkapi degan kamera VGA dan video recorder. Perangkat ini memiliki daya tahan baterai saat aktif sampai 4 jam, menggunakan software series 60, MMS, IR port, bluetooth, dan layar berwarna.

g. Nokia N8

N8 merupakan ponsel flagship Nokia sebelum mereka memutuskan pengumuman penting untuk berkolaborasi dengan Microsoft.
Perangkat ini sudah memiliki kemampuan multitouch dan diklaim membukukan preorder yang cukup besar saat pertama kali muncul pada tahun 2010.
Perangkat ini memiliki layar selebar 3,5 inch, RAM 256 MB, prosesor ARM, dan kamera 12 MP.


      h. Lumia 800

Ini adalah handset Windows Phone pertama Nokia setelah mengumumkan partnership dengan Microsoft. Lumia 800 memiliki tampilan segar ala Windows Phone, bodinya pun cukup menarik.
Fitur lainnya adalah RAM 512 MB, prosesor 1.4 GHz, layar 3,7 inch, kamera 8 MP dan dirilis pada tahun 2011.


i. 808 PureView

Di hp yang satu ini fasilitasnya dengan layar selebar 4 inch, RAM 512 MB, prosesor 1,3 Ghz, 808 PureView cukup dinantikan kehandalannya.




B. Analisa / Kesimpulan :
 Handphone adalah salah satu dari perkembangan teknologi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, fungsi handphone pun tidak hanya untuk alat komunikasi saja, tetapi bisa digunakan untuk mengakses internet, berfoto dan bisa juga untuk mengirim data. Dampak yang ditimbulkan dari handphone mungkin tidak kita sadari sama sekali. Handphone pada saat ini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja. Sekarang juga anak-anak pun sudah banyak yang memakai handphone dengan kecanggihan yang tidak kalah dengan handphone orang dewasa. Sehingga dampak terjadinya tidak hanya pada orang dewasa saja, tetapi pada anak-anak pun bisa berdampak.

C. Refrensi :



   






Minggu, 22 Januari 2017

Perkembangan Agama & Integrasi di Negara Asia

THAZIA TERRANOVA
1KA26
17116358

MYANMAR
Burma (juga dikenal sebagai Myanmar) adalah dominan dari tradisi Theravada, dipraktikkan oleh 89% dari populasi negara ini adalah negara Buddhis yang paling religius dalam hal proporsi biarawan dalam populasi dan proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk agama.
melihat perkembangannya yang ada kini, dan juga jaman yang bergerak cepat, rupanya persoalan Burma atau Myanmar kini, hubungan antara agama dan negara, Sewaktu U Nu berkuasa, U Nu berupaya menghidupkan kembali Buddhisme seperti semasa kerajaan yang jaya dulu, namun U Nu tidak dapat bertahan lama dan Burma pun terbelenggu masuk dalam genggaman dictator militer yang kaku dan membosankan.
Kini ditengah tantangan kehidupan bangsanya yang berada dibawah kendali junta militer,
Ada satu lagi Persoalan Negara tersebut  yaitu Konflik etnis Rohingya yang berakar pada sejarah panjang. Islam di Myamnar sudah berusia seribu tahun. Muslim di Myanmar sesungguhnya bukan hanya etnis Rohingya saja.
para etnis Rohingya yang telah membudaya Sejak Myanmar masih berupa kerajaan,  ketegangan memang sudah terasakan. Di kemudian hari, perbedaan fisik, bahasa, budaya lalu agama dijadikan dasar untuk mengecap Rohingya yang sudah ratusan tahun berada di Arakan itu sebagai pendatang ilegal.
 Pemerintah Myanmar adalah biang kerok atas derita orang-orang Rohingnya di Myanmar. Orang-orang Rohingya itu dianggap saingan tambahan oleh pihak penguasa dalam kehidupan sosial politik di sana. Orang-orang Rohingnya dianggap bukan pendukung pemerintah yang berkuasa. Pemerintah pun juga mendukung fundamentalis Budha, untuk  menjaga kepentingannya atas kekayaan yang ditinggali orang-orang Rohingya itu.
Junta militer Myanmar dianggap secara sengaja memelihara kebencian massa terhadap Rohingya untuk mengalihkan sorotan publik kepada mereka.
Menciptakan sosok musuh bersama adalah siasat lama untuk membangun persatuan dan kesatuan. Diharapkan, jika kebencian terhadap Rohingya bisa digerakkan dengan massif, maka rakyat Myanmar tidak akan terlalu peduli pada desakan demokratisasi yang datang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
CHINA


Perkembangan agama asing merambah di masyarakat Cina, pada Abad ke 13-14 ketika wilayah Cina dikuasai oleh bangsa Mongol, datang aliran agama katolik yaitu Nestorianisme yang dibawa oleh para pedagang Eropa ke wilayah Cina untuk disebarluaskan. Agama-agama Asing pun kian berkembang ketika pada Zaman Dinasti Ming (Chin), Orang-Orang Eropa banyak berdatangan ke negara Cina untuk menjalin perdagangan serta menyebarkan agama Katolik dan Protestan. Penyebarluasan agama tersebut ditempuh lewat cara menyelenggarakan lembaga pendidikan bagi Bangsa Eropa yang tinggal di Cina serta orang-orang pribumi yang tertarik pada agama Protestan ataupun Katolik.
Kondisi kehidupan agama berubah secara drastis ketika Cina sudah dikuasai sepenuhnya oleh Komunis, sejak tahun 1949, agama juga dijadikan subjek untuk mempropagandakan partai, oleh karena itu agama terutama kristen mulai dikekang dan gereja-gereja di Cina tidak boleh berhubungan dengan gereja-gereja di luar RRC. Hal tersebut bertujuan untuk membebaskan gereja Cina dari “imperialisme kebudayaan” dan pengaruh asing.
 INTEGRASI
Integrasi di Negara China adalah integrasi kepada kelompok minoritas,yaitu melaui mobilitas sosial serta melaui state building dalam kasus integrasi di china,Hal ini dapat terlihat jelas dari berbagai upaya pemerintah China dari masa kekaisaran hingga republik, dalam kesatuan negara melalui penyatuan etnis. sebagai salah satu contoh :  migrasi mayoritas etnis Han ke Xinjing yang di huni oleh masyarkata muslim yang menjadi minoritas di china
FILIPINA

Filipina adalah satu-satunya negara di Asia dengan jumlah penduduk mayoritas Kristen. Lebih dari 80 persen warga Filipina beragama Katolik Roma. Sekitar 9 persen adalah pemeluk Protestan. Ada juga minoritas Muslim kecil. Sejumlah gereja Kristen lokal telah terbentuk, termasuk Gereja Independen Filipina (Aglipayan), didirikan pada tahun 1902, dan Gereja Kristus (Iglesia ni Cristo), yang didirikan pada tahun 1914.
Orang Filipina yang tinggal di pulau-pulau paling selatan telah memeluk Islam beberapa abad sebelum kedatangan orang-orang Spanyol.
Muslim Filipina, kadang-kadang disebut Moro oleh orang Kristen, membentuk sekitar 5 persen dari populasi. Sebagian besar tinggal di Mindanao selatan dan Kepulauan Sulu. Kebebasan beragama dan pemisahan gereja dengan negara dijamin untuk semua orang oleh konstitusi Filipina
Integrasi
seorang pensiunan tentara Amerika Serikat, Thomas McKenna, mengatakan bahwa semakin kuatnya cengkeraman penduduk Kristen atas sendi-sendi perekonomian membuat Muslim Filipina kian tersisih.
Melihat gelagat tak baik dari hal ini, pemerintah akhirnya menginisiasi program integrasi. Pada didirikanlah Komisi Integrasi Nasional (CNI).
Pemerintah Filipina lantas membuat program beasiswa edukasi bagi umat Muslim Filipina yang terbagi menjadi dua jenis. Proyek pertama adalah pengiriman Muslim Filipina dari selatan ke pusat kota demi mendapatkan pelajaran agar dapat berintegrasi dengan kehidupan nasional.Selain itu, CNI juga menyediakan program beasiswa pendidikan Islam untuk memperkuat iman para Muslim Filipina. CNI bahkan dapat menerbangkan mereka ke Timur Tengah agar dapat memperdalam kajian agamanya.
BRUNEI DARUSSALAM
 Agama Islam mendominasi kehidupan di Brunei, konservatif namun tidak radikal. Gerakan islamisasi melalui pancingan yang berhubungan dengan uang dan karier, demikian pula tekanan-tekanan untuk berpindah ke agama Islam dan menyesuaikan diri dengan agama tersebut, secara perlahan tapi pasti membuahkan hasil, yakni berpindahnya kelompok minoritas China dan suku-suku pribumi ke dalam agama Islam. Meskipun konstitusi menjamin kebebasan beragama, tindakan penyebaran agama non-Islam dan perpindahan seorang Muslim ke agama lain dianggap ilegal. Kegiatan agama lain sering kali didatangi oleh agen pemerintah dengan tujuan pengawasan. Berdoalah supaya ada kebebasan beragama dan keterbukaan rohani di negara ini, dan supaya konstitusi yang menjamin kebebasan beribadah agama lain dapat benar-benar diterapkan.
Integrasi
Brunei darussalam merupakan satu contoh, Boleh dibilang integrasi agama dalam kehidupan dan negara berbentuk Monarki itu hampir tidak menimbulkan konflik sama sekali,Padahal masyarakat di negri jiran itu juga mengalami banyak perubahan dalam administrasi pemerintahan dan kehidupan beragama

Kamis, 12 Januari 2017

Tugas ISD = Menganalisis Berita

Nama  : Thazia Terranova
Kelas  : 1 KA 26
Npm   : 17116358


Kemiskinan Diibaratkan Demam, Anies : Solusinya Lebih Dari BLT

Anaisis berita :
Salah satu calon Gubernur DKI Jakarta no urut 3, Anies Rasyid Baswedan berniat untuk mengurangi masalah kemiskinan yang ada di Indonesia. Seperti yang kita tahu, bahwa di Indonesia sekarang sudah ditetapkan program BLT ( Bantuan Langsung Tunai ). Tapi menurut Anies Rasyid Baswedan program BLT tidak terlalu ampuh dalam mengatasi kemiskinan karena hanya menyelesaikan dalam waktu singkat saja atau hanya bersifat sementara. Maka pasangan calon Gubernur no urut 3 akan berusaha mengatasi masalah kemiskinan. Dalam jangka waktu yang panjang, pasangan calon gubernur no urut 3 akan mengatasinya dengan cara mempermudah akses pendidikan dan lebih memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia agar mereka mendapat potensi dan bisa mandiri. Karena kemiskinan di Indonesia harus diberantas agar meringankan masalah yang ada di Indonesia.


Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-3384334/kemiskinan-diibaratkan-demam-anies-solusinya-lebih-dari-blt

Sabtu, 19 November 2016

Rangkuman

                                                                      BAB 4
                                                           Pemuda dan Sosialisai


1. ANOMI DIKALANGAN REMAJA AKIBAT KEKABURAN NORMA. 

      Masa remaja adalah masa transisi dan secara psikologis sangat problematis. masa ini memungkinkan mereka berada dalam anomi (keadaan tanpa norma atau hukum,red) akibtat kontrakdisi norma maupun orientasi mendua.
      Anomi menurut Enouch Markum. muncu akibat keanekaragaman dan kekaburan norma. misalnya norma A yang ditanamakan dalam kleuarga,sangat bertentangan dengan norma B yang ia saksikan diluar lingkuangn keluarga.
      " Dalam keadaan bingung inilah mereka berusaha mencar pegangan norma lain yang bisa mengisi kekosongan tersebut. dan inilah kesempatan yang memberi peluang pada penyimpangan dan pelanggaran akibat kesalahan pegangan". Ujar Enocuh Markum

Orientasi Mendua 

    Sedangkan mengenain orientasi mendua menurut Dr. Male adalah orientassi yang bertumpu pada harapan orang tua. masyarakat dan bangsa yang sering bertentangan dengan keterikatan serta loyalitas terhadap peer(teman sebaya).
    Sementara itu Zulkarimen Nasution mengutip pendapat ahli komunikasi J. Kapper dalam bukunya The Effect of Mass Communication mengatakan kondisi bimbang yang dialami para remaja menyebebkan mereka melahap semua isi informasi tanpa seleksi.
   Keadaan bimbang akibat orientasi mendua, menurut Dr malo juga menyebabkan remaja nekad melakukan tidak bunuh diri. dengan mengutip hasil peneletian dari Dr.Payitno mengenai percobaan bunuh diri di jakarta dalam hubungannya dengan diagnosis psikitiaris dan fktor sosial kultural terhadap 1337 kasus percobaan bunuh diri di 13 RSU jakarta 1982/1983, diketahui bahwa 5,6 persen remaja mencoba bunuh diri dalam kurun waktu tersebut.

   dengan demikian, kesan semakin permisinya masyarakat juga tercemin pada isi media yang beredar. sementara masa remaja yang merupakan periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. ditandai bebrapa ciri. pertama,keinginan memenuhi dan menyatakan identitas diri. Kedua, kemampuan melepas diri dari ketergantungan orang tua. Ketiga, kebutuhan memperoleh aksepbilitas.
   Sebagai jalan keluar ahli komunikasi ini melihat perlunya membekali remaja dengan keterampilan berinformasi yang mencakup kemampuan menemukan,memilih menggunakan dan mengevaluasi informasi.

Perlu Dikembangkan 

     Mengembangkan KROR yang posotif menurut Aril Gosita bukan hal yang mudah karena harus mengahadapi KROR negatif yang terus berkembang. akibat situasi dan kondisi tertentu misalnya perubahan sosial.
     Dari artikel di atas dapat  disimpulkan  bahwa masalah kepemudaan dapat ditinjau dari 2 asumsi yaitu :
          1. penghayatan mengenai proses perkembangan bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris,terpecah-pecah,dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-diri.
          2. Posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri. tafsiran-tafsiran klasikdidasarkan pada anggapan bahwa kehidupan mempunyai pola yang banyaksedikitnya. sudah tentu dan ditentukan oleh mutu pikiran yang diawali oleh generasi tua yang bersembunyi di balik tradisi.dinamikapemuda tidak dilihat sebagian dari dinamika atau lebih tepat sebagian dari wawasan kehidupan.


2. PEMUDA DAN IDENTITAS

      Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan. terutama dari generasi lainnya. hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebgai generasi penerus. generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.
     Proses sosialisasi generasi muda adalah suatu proses yang sangat menetukan kemampuan diri pemuda untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. seorang pemuda harus mampu megendalikan dirinya dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakt, dan tetapmempunyai motivasi yang tinggi.

a. Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
     Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda dittapkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978.
       Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
    1. Landasan idiil : Pancasila
    2. Landasan konstitusional : Undang-undang dasar 1945
    3. Landasan strategis : garis-garis besar haluan negara
    4. Landasan histroris : Sumpah pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdakaan 17 Agustus 1945
    5. Landasan normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.

       Motivasi dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi peencapaia tujuan nasional. seperti telah terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV. Apabila pemuda pada masa sekarang terpisah dari persoalan-persoalan masyaraktanya, maka sulit akan lahir pempin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
      Dalam hal ini pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok :
 a. Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembanganadalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya. guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
b. Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangaan generasi muda ialah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kempuan-kemampuannyake tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.

b. Masalah dan Potensial Generasi Muda  
   1) Permasalahan Generasi Muda
       Berbagai permasalahahn generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :
     a. Dirasa menurunnya jiwa idealisn]me, patriotisme,dan nasionalisme di kalangan masyarakat        termasuk generasi muda
b. kekurang pastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia. baik yang formal maupunnon formal. tingginya hanya merugikan generasi muda sendiri. tetapi juga merugikan seluruh bangsa
d. Kurangnya tangan kerja/kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran/setengah pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktifitas nasional dan memperlambat kecepatan laju.
e. masih banyaknya perkawinan dibawah umur,terutama dikalangan masyarakat daerah pedesaan
f. pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan berkeluarga.
g. meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalaah gunaan narkotika.
h. belum adanya peraturan perundingan masyarakat tentang narkotika.

2) Potensi-potensi Generasi Muda/Pemuda
     Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :

a. Idealisme dan Daya Kritis
   Secara sosiologis generasi muda belum mapan untuk dalam tatanan yang ada,maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanam dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.

b. Dinamika dan kreatifitas
     Adanya idealisme pada generasi muda, maka generasi muda memiliki potensi kedinamisan dan kreatifitas yakni kemampuan dan kesediaan untuk mengadkan perubahan.

c. Keberanian mengambil resiko
     Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan,mengandung resiko dapat meleser. terhambat atau gagal. Namun mengambil resiko itu adalah perlu.

d. Optimis dan kegairahan semangat
   Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. optimisme dan ketagihan semangat yang dmiliki generasi muda akan merupakan daya pendorong untuk mencoba maju lagi.

e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
    Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.

f. Terdidik
    walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah. secara menyeluruh baik dalam arti kuantitatif.

     Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyusaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat . proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga.
    Meskipun sosialisasi itu mungkin berbeda-beda dalam lembaga, kelompok maupun masyarakat. namun sasaran sosialisasi itu sendiri banyak memiliki kesamaan

Tujuan pokok sosialisai adalah :
1. individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyrakat
2. Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
3. Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
4. bertingkah laku secara dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada lembaga atau kelompok khususnya dimasyarakat umumnya

A. MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
      Jika pada abad ke 20 ini planet bumi dihuni oleh mayoritas penduduk berusia muda. dengan perkiraan berusia 17 tahunan. tentu akan menimbulakn beberapa pertanyaan. dua di antara deretan pertanyaan yang muncul adalah :
   Apakah generasi muda itu telah mendapat kesempatan mengenyam dunia pendidikan dan keterampilan sebagai modal utama modal utama bagi insan pembangunan. sampai dimana penyelenggarakan pendidikan formal dan non formal berperan sebagai pembangunan, terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang?
     Di negara - negara maju, salah satu diantaranya adalah Amerika Serikat. Di negeri ini pada umumna para generasi muda mendapat kesempatan luas dalam mengembangkan kemampuan dan potnsi idenya.  para mahasiswa sebagaian bagian dari generasi muda, didorong, dirangsng dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide/ gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang,dengan berorientasi pada teknologi merekaa sendiri. untuk mengembangkan ide-ide atau gagasan universitas oregon dan vania.
     Gagasan dan pola kerja yang hampir serupa telah dikembangkan pula di negara-negara. asia misalnya jepang,korea selatan,singapura,taiwan. jerih payah dan ketentuan para inovator pada sektor teknologi industri itu membawa negara-negara itu tampil dengan lebih meyakinkan sebagai negara-negara yang berkembang mantap dalam perekonomiannya.
      Sebagaimana upaya bangsa indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkultas tinggi.
      Kaum muda, memang betul - betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus diberikan bagi kebetuhan dan pemgembangan potensi mereka.

B. PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI

      Disinilah terletak arti penting dari penidikan sebagai upaya untuk terciptanya kualitas sumber daya manusia. sebagai prasaraf utama dalam pembangunan. suatu bangsa akan berhasil dalam pembangunannya secara "Self Propelilng" dan tumbuh menjadi bangsa yang maju apabila telah berhasil memenuhi minimum jumlah dan mutu (termasuk relevansi dengan pembangunan) dalam pendididkan penduduknya. modernisasi jepang agaknya merupakan cntoh protipe dalam hubungan ini.
     Tetapi masalah pendidikan bukan saja masalah pendidikan formal) tetapi pendidikan membentuk manusia-manusia mebangun. dan untuk itu diperlukan kebijaksanaan terarah dan terpadu di dalam menangani masalah pendidikan ini. rendahnya produktifitas rata-rata penduduk. banyaknya jumlah pencari kerja. "Under utilized population" kurangnya semangat kewiraswastaan merupakan hal-hal yang memerlukan perhatian yang sunguh-sunguh.
     Untuk maka diperlukan adanya perubahan-perubahan secara mendasar dan mendalam yang menyangkui persepsi. konsepsi serta norma-norma kependidikan dalam kaitannya dengan  bermasyarakat pancasila. dalam hal ini kiranya pemerintah telah cukup berhasil dalam menegakkan landasan. landasan ideal serta landaskan konseptual terhadap pembaharuan pendidikan menuju sitem pendidikan nasional yang tepat arah dan tepat guna.
     Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik. mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyaraktnya. karena adanya kesempatan ini tidak dimiliki oleh generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu, sungguh pun berubah-ubah. namun mahasiswa termasuk yang terkemuka didalam memberikan perhatian terhadap masalah masalah yang dihadapi oleh masyarakat. secara nasional .
    Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama dibangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpanjang secara berencana,dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. melalui berbagai mata pelajaran seperti PMP. sejarah dan antropologi maka berbagai masalah kenegaraan, dan kemasyarakatan dapat diketahui.
    Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaanya. sehingga mampu melihat indonesia secara keseluruhan.
   Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan,struktur perekonomian dan prestise di dalam masyrakat. dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang osial,ekonomidan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. dan adalah jelas baha mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan berorganisasi yang lebih baik di bandingkan dengan generasi muda lainnya.

   Contoh - contoh kasus dikalangan remaja
Menurut pendapat saya tentang contoh kasus diatas adalah biasanya tawuran disebabkan dari beberapa faktor diantaranya faktor lingkungan, faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor diri sendiri.
Maka dari itu perlunya pembinaan khusus dari pihak sekolah kepada anak didiknya. Jika dibiarkan tradisi turun-menurun ini akan terus berlanjut sampai ke generasi berikutnya, jika perlu diadakannya perjanjian perdamaian antar sekolah. Dan pentingnya juga perhatiaan dari masing-masing orang tua terhadap perkembangan anaknya di usia remaja.